<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 1 of 7 1 2 … 7

BERITA TERBARU

\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepastian pembatalan tersebut disampaikan Agung, perwakilan Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebagai gantinya, PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM untuk mengantisipasi antrean panjang dan laporan kekosongan stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).<\/p>\n\n\n\n

Kepastian pembatalan tersebut disampaikan Agung, perwakilan Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan batal.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai gantinya, PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM untuk mengantisipasi antrean panjang dan laporan kekosongan stok di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).<\/p>\n\n\n\n

Kepastian pembatalan tersebut disampaikan Agung, perwakilan Pertamina Patra Niaga, pada Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak diberlakukan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan, sebagaimana rencana yang sebelumnya beredar.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, muncul infografis yang menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pertamina akan menerapkan sistem ganjil-genap di seluruh SPBU mulai Jumat, 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema tersebut, kendaraan dengan angka terakhir pelat nomor ganjil atau genap direncanakan mendapat giliran pengisian BBM sesuai tanggal yang ditentukan. <\/p>\n\n\n\n

Selain itu, optimalisasi operator dan nozzle SPBU juga disebut sebagai bagian dari upaya mengurai antrean kendaraan, khususnya di Manado dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, rencana pembatasan tersebut tidak berlanjut menjadi kebijakan yang diterapkan di SPBU wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Berawal dari Usulan Pemprov Sulut<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut, Rainier Nicko Dondokambey, mengusulkan penerapan sistem ganjil-genap kepada Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutenggo.<\/p>\n\n\n\n

Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 542\/438\/DESDMD tertanggal 15 Oktober 2026, perihal Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu poin dalam surat tersebut berisi usulan pembatasan pengisian BBM bersubsidi berdasarkan angka ganjil dan genap pada nomor polisi kendaraan di seluruh SPBU di Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Langkah itu diajukan untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n\n\n\n

Pihak pemerintah provinsi menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan rekomendasi kepada Pertamina. Keputusan mengenai penerapan kebijakan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan antrean BBM juga disebut tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi turut ditemukan di daerah lain, termasuk Bali.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, kemudian menegaskan bahwa rencana penerapan sistem ganjil-genap tersebut tidak jadi dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak jadi dilaksanakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pertamina Tambah 3.000 Kiloliter Pertalite<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga memilih menambah pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi antrean di SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Pasokan tambahan Pertalite yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Utara mencapai 3.000 kiloliter. BBM tambahan tersebut disalurkan melalui Integrated Terminal Bitung.<\/p>\n\n\n\n

Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mendorong koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait untuk menangani antrean panjang serta laporan kekosongan BBM di beberapa SPBU.<\/p>\n\n\n\n

Dengan batalnya penerapan sistem ganjil-genap dan adanya tambahan pasokan Pertalite, penanganan antrean BBM di Sulawesi Utara selanjutnya bergantung pada pelaksanaan distribusi serta koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Penerapan Ganjil-Genap SPBU di Sulut Batal","post_excerpt":"Rencana penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite di Sulut dipastikan batal.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penerapan-ganjil-genap-spbu-di-sulut-batal","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:56:18","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:56:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6246","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6121,"post_author":"1","post_date":"2026-10-14 09:15:23","post_date_gmt":"2026-10-14 01:15:23","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13\/10\/2026). Salah satu pihak yang diamankan disebut adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.<\/p>\n\n\n\n

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah pihak swasta. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta logam mulia emas yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Dari informasi yang dirangkum, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Mereka berasal dari lingkungan BNPB maupun pihak swasta yang diduga terkait dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cUntuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13\/10\/2026).<\/p>\n\n\n\n

KPK juga menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMalam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait barang bukti, Budi menjelaskan bahwa nilai uang tunai sekitar Rp1,4 miliar masih merupakan penghitungan awal. Penyidik masih mendalami jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Selain uang tunai, barang bukti yang disita mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK belum merinci jumlah emas yang diamankan karena masih dalam proses penghitungan.<\/p>\n\n\n\n

Budi mengungkapkan, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d kata Budi.<\/p>\n\n\n\n

Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan untuk mendukung penanganan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan mendalami barang bukti untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"OTT KPK di BNPB","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ott-kpk-di-bnpb","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-14 09:17:10","post_modified_gmt":"2026-10-14 01:17:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6121","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5752,"post_author":"3","post_date":"2026-10-09 10:18:07","post_date_gmt":"2026-10-09 02:18:07","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

PROBACA.COM, KOTAMOBAGU \u2013 Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan klarifikasi resmi terkait penataan median Jalan Paloko-Kinalang yang menjadi perbincangan publik. Penataan bertahap ini dirancang untuk meningkatkan fungsi jalan, keselamatan, penerangan, fasilitas pejalan kaki, serta kerapian vegetasi.<\/p>\n\n\n\n

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, meluruskan dinamika informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa perbedaan penekanan penjelasan dari beberapa perangkat daerah sebenarnya saling melengkapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi teknis masing-masing.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau ada penjelasan dari beberapa perangkat daerah yang berbeda penekanannya, itu lebih karena masing-masing melihat dari aspek teknis dan kewenangannya. Semuanya merupakan bagian dari proses penataan Jalan Paloko-Kinalang,\" ujar Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot menegaskan bahwa program penghijauan tetap menjadi prioritas utama. Namun, penempatan pohon di median jalan harus proporsional dan tidak mengorbankan keselamatan serta jarak pandang pengendara. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05\/PRT\/M\/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan.<\/p>\n\n\n\n

\"Untuk median dengan lebar 1,5 meter, ketinggian pohon perlu disesuaikan dan tidak boleh lebih tinggi dari lampu penerangan, agar tidak mengganggu pancaran cahaya, jarak pandang, maupun keselamatan pengguna jalan,\" jelas Sahaya.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi Pemkot menunjukkan kondisi perakaran, tinggi, dan tajuk pohon lama di median jalan saat ini sudah kurang ideal dengan karakteristik median. Oleh sebab itu, ukuran median akan diperkecil, sementara tanaman penghijauan dipindahkan ke bahu jalan di sisi kiri dan kanan.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Kotamobagu menyampaikan apresiasi atas berbagai saran dan masukan dari masyarakat. Setiap masukan warga dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan ruang jalan yang lebih tertib, terang, aman, dan nyaman tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Soroti Keselamatan Pengendara, Pemkot Kotamobagu Ungkap Dasar Penataan Jalan Paloko-Kinalang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"soroti-keselamatan-pengendara-pemkot-kotamobagu-ungkap-dasar-penataan-jalan-paloko-kinalang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 10:18:09","post_modified_gmt":"2026-10-09 02:18:09","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5752","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5577,"post_author":"3","post_date":"2026-10-08 11:09:11","post_date_gmt":"2026-10-08 03:09:11","post_content":"\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5356,"post_author":"1","post_date":"2026-10-02 18:52:47","post_date_gmt":"2026-10-02 10:52:47","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":4334,"post_author":"1","post_date":"2026-09-21 23:29:10","post_date_gmt":"2026-09-21 15:29:10","post_content":"\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n\n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n\n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n\n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n\n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3860,"post_author":"1","post_date":"2026-09-17 13:36:14","post_date_gmt":"2026-09-17 05:36:14","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sedikitnya 14 satwa ditemukan mati setelah api membakar habitat mereka.<\/p>\n\n\n\n

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melaporkan, satwa tersebut ditemukan di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang. Tim Rescue Satwa BKSDA Kalsel memeriksa lokasi pada Senin, 14 September 2026, sehari setelah kebakaran terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Hasil pemeriksaan menemukan 12 bekantan, satu ular piton, dan satu ular king kobra mati akibat kebakaran lahan.<\/p>\n\n\n\n

Lokasi kebakaran berstatus areal penggunaan lain (APL) atau wilayah di luar kawasan hutan. Area itu terdiri atas tanah desa seluas sekitar delapan hektare dan lahan milik warga seluas kurang lebih 1,3 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Vegetasi di kawasan tersebut didominasi semak, galam, rengas, bungur, dan halaban. Area ini juga menjadi habitat puluhan bekantan, satwa endemik Kalimantan yang dilindungi.<\/p>\n\n\n\n

Populasi Bekantan Perlu Diverifikasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Kepala BKSDA Kalsel, Agus Ngurah Krisna, mengatakan berdasarkan keterangan Kepala Desa Balimau, diperkirakan terdapat sekitar 60 bekantan yang hidup di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari keterangan Kepala Desa Balimau terdapat sekitar 60 ekor bekantan di kawasan tersebut, namun jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi BKSDA melalui pemantauan lapangan setelah kebakaran melanda habitat satwa dilindungi tersebut,\u201d kata Agus dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 16 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data BKSDA Kalsel pada 2025, populasi bekantan di Kalimantan Selatan tercatat sebanyak 3.757 ekor. Satwa tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.<\/p>\n\n\n\n

Dari jumlah itu, sebanyak 1.281 bekantan berada di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 21 Ribu Hektare Terbakar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat 3.220 kejadian karhutla sepanjang 1\u201314 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk tiga daerah dengan area kebakaran terluas, yakni mencapai 3.786,71 hektare.<\/p>\n\n\n\n

Penanganan karhutla turut melibatkan satuan tugas udara dengan mengoperasikan tiga helikopter. Dua helikopter disiagakan di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, sedangkan satu unit lainnya dipersiapkan untuk membantu penanganan kebakaran di luar wilayah tersebut apabila dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Subbidang Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan operasi modifikasi cuaca belum direncanakan karena belum terdapat potensi awan hujan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDari BMKG untuk informasi setiap pagi, saat ini belum ada potensi awan hujan yang terpantau. Jadi, untuk sementara belum ada rencana operasi OMC,\u201d ujar Ariansyah, Selasa, 15 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Menurut dia, BPBD tetap melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita berjaga-jaga untuk kesiapsiagaan kita. Apabila nanti terpantau adanya potensi awan hujan, maka kita akan aktifkan kembali atau usulkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Karhutla Kalsel Tewaskan 12 Bekantan, Habitat Satwa Dilindungi Terbakar","post_excerpt":"Karhutla di Desa Balimau, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, merenggut nyawa satwa dilindungi sekaligus membakar habitat mereka.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"karhutla-kalsel-tewaskan-12-bekantan-habitat-satwa-dilindungi-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 13:40:16","post_modified_gmt":"2026-09-17 05:40:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3860","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3747,"post_author":"1","post_date":"2026-09-15 16:50:13","post_date_gmt":"2026-09-15 08:50:13","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI resmi berakhir setelah genap satu tahun. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin, 14 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n

Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Gebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"

PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>

Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>

\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>

Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>

Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>

Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>

Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>

\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3557,"post_author":"3","post_date":"2026-09-12 21:53:14","post_date_gmt":"2026-09-12 13:53:14","post_content":"

<\/p>

MANADO, PROBACA.COM<\/strong>- Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Samsudin Dama, ST, ME, mendorong Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara melakukan revolusi paradigma dalam membina generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hal itu disampaikan Samsudin saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BKPRMI Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Ballroom Hotel Aston Manado, Sabtu (12\/9\/2026).<\/p>

<\/p>

<\/p>

Kegiatan tersebut mengusung tema\u00a0 \"Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid: BKPRMI Satu, BKPRMI Maju.\"<\/p>

<\/p>

<\/p>

Menurut Samsudin, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut organisasi kepemudaan untuk tidak terpaku pada pola lama, tetapi mampu membuka wawasan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta dinamika sosial masyarakat.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cSaya melihat tema ini sangat luar biasa dan sangat relevan. Revolusi paradigma artinya kita tidak lagi berpikir sempit, tidak hanya bergerak di lingkup yang itu-itu saja, tetapi membuka wawasan yang lebih luas, memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan bersosial di tengah masyarakat,\u201d ujar Samsudin.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia menegaskan, transformasi pemuda remaja masjid tidak boleh hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk kegiatan organisasi. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh pembentukan karakter, mentalitas dan kemampuan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cTransformasi pemuda remaja masjid bukan sekadar mengubah nama atau bentuk kegiatan, melainkan membentuk karakter, mentalitas, dan kemampuan agar generasi muda kita menjadi pemimpin yang berakhlak, cerdas, dan mampu membawa kemajuan nyata,\u201d katanya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Sadam menyoroti pentingnya persatuan di tubuh organisasi. Menurutnya, semangat BKPRMI Satu, BKPRMI Maju harus menjadi kekuatan bersama untuk mencapai tujuan organisasi.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\u201cPersatuan adalah kunci kekuatan organisasi. Ketika kita bersatu, saling menguatkan dan berjalan seirama, maka apa pun cita-cita yang dibangun akan mudah tercapai,\u201d ungkapnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Ia berharap BKPRMI tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi mampu mengambil peran lebih luas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu dan memiliki kepedulian sosial.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Samsudin juga mendorong agar hasil Rapimwil dan Rakerwil tidak berhenti sebagai rumusan organisasi. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang jelas, terukur dan mampu dilaksanakan hingga tingkat akar rumput.<\/p>

<\/p>

<\/p>

\"Saya berharap BKPRMI terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi mitra setia pemerintah dalam membangun daerah, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berguna bagi nusa bangsa dan tanah air, khususnya juga bagi kemajuan daerah kita Bolaang Mongondow Timur dan Sulawesi Utara,\" ucap Dama.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Rapimwil dan Rakerwil BKPRMI Sulut tersebut dibuka Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.I.P.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Turut hadir perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut, Salman Mokoginta, S.St.Pi., MSi., yang membacakan sambutan resmi Gubernur.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Hadir pula Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K., jajaran pimpinan DPD BKPRMI kabupaten\/kota se-Sulawesi Utara, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, serta sejumlah undangan lainnya.<\/p>

<\/p>

<\/p>

Melalui forum tersebut, BKPRMI Sulut diharapkan mampu melahirkan arah organisasi dan program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.<\/p>

<\/p>

<\/p>

(Rila)<\/p>

<\/p>

<\/p>

<\/p>","post_title":"Ketua DPRD Boltim Dorong Revolusi Paradigma BKPRMI, Pemuda Diminta Siap Hadapi Perubahan Zaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ketua-dprd-boltim-dorong-revolusi-paradigma-bkprmi-pemuda-diminta-siap-hadapi-perubahan-zaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-19 00:04:08","post_modified_gmt":"2026-09-18 16:04:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3557","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Tag: Headline

Laman 1 of 7 1 2 … 7