\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

BERITA TERBARU

\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

BERITA TERBARU

\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

BERITA TERBARU

\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

BERITA TERBARU

\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

BERITA TERBARU

\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

BERITA TERBARU

\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":287,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:31:05","post_date_gmt":"2026-01-11 13:31:05","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Lebih dari sebulan bencana banjir bandang dan tanah longsor masih menyisakan banyak tumpukan kayu di Dusun Sijantung, Desa Pengidam, Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang sendiri menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor terparah di Provinsi Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Debit air yang tinggi usai hujan deras di wilayah Aceh membuat sungai meluap dan bukit longsor sambil membawa gelondongan kayu yang menghantam rumah penduduk.<\/p>\n\n\n\n

Dusun Sijantung sendiri kini disebut desa yang hilang karena tak ada lagi rumah tersisa usai diterjang banjir.<\/p>\n\n\n\n

Lapangan Bola hingga Makam Tertutup Kayu<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Menjelang Ramadan, warga di Desa Pengidam mungkin tak bisa melakukan ziarah kubur.<\/p>\n\n\n\n

Pasalnya, pemakaman di desa tersebut turut hilang karena tumpukan kayu yang terbawa arus air saat banjir.<\/p>\n\n\n\n

\u201cLebaran tahun ini nggak bisa ziarah, kuburannya pun tertutup sama kayu, gimana coba?\u201d ujar influencer sekaligus relawan yang kerap dipanggil Bray, dikutip dari unggahannya di Instagram @si.braay pada Minggu, 11 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Kinik sudah tak tampak lagi keberadaannya, salah satu warga bercerita bahwa ada lapangan bola dan masjid di area tersebut turut hilang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cIni lapangan bola, gawangnya di kayu besar itu sampai batang sawit. Belakang lapangan bola, kuburan, masjid semua di sini,\u201d terang warga.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHabis pada kena kayu semua,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n

Endapan Lumpur dan Atap Seng Berserakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tak hanya hamparan kayu, dalam video tersebut juga ditunjukkan kondisi lain di wilayah tersebut, yakni endapan lumpur yang mulai mengeras.<\/p>\n\n\n\n

Potongan kayu berbagai ukuran hingga atap seng di pemakaman pun terlihat berserakan.<\/p>\n\n\n\n

Video tersebut juga menunjukkan tak ada rumah yang kondisinya masih utuh untuk bisa ditinggali warga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dalam video lain, Bray bersama anak-anak Desa Pengidam kompak menyanyikan lagu trending TikTok Tor Monitor Ketua dengan mengganti liriknya menjadi desakan agar kayu yang sudah sebulan lebih di desa mereka bisa segera dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTor monitor ketua, anggota mau lapor ketua, kayunya udah di sini sebulan ketua, tolong diangkat ketua, kami mau bikin rumah ketua,\u201d dikutip dari video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Aceh Tamiang Perpanjang Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memperpanjang masa tanggap darurat dari 7-20 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan tersebut diambil karena Aceh Tamiang masih membutuhkan banyak bantuan dan penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, setidaknya masih ada lebih dari 75 ribu warga yang mengungsi di 101 titik pengungsian dalam 12 kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi jumlah bangunan terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang mencapai 58 ribu unit.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai salah satu wilayah terdampak parah, BRIN juga mengungkapkan kemungkinan kerusakan di Aceh Tamiang mencapai 90 persen.<\/p>\n\n\n\n

Namun, hal tersebut masih harus divalidasi oleh pihak terkait di Aceh Tamiang.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Video Anak-Anak Desa Pengidam Aceh Tamiang Nyanyi Lagu Tor Monitor Ketua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"video-anak-anak-desa-pengidam-aceh-tamiang-nyanyi-lagu-tor-monitor-ketua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:18","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":165,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 21:55:45","post_date_gmt":"2026-01-10 13:55:45","post_content":"\n

PROBACA.COM<\/strong> - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu, menyisakan duka mendalam bagi publik di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n

Banjir besar yang diliputi tanah longsor itu bahkan telah merusak sejumlah infrastruktur hingga akses jalan pada area pemukiman warga di 3 wilayah, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n

Terkini, pendakwah, Salim A Fillah memperlihatkan sisa kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang masih tampak pada sebagian wilayah lokasi bencana Aceh.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah duka akibat bencana besar yang melanda Aceh, Salim membagikan momen haru saat dirinya disuguhkan sebuah durian yang diperoleh dari hasil tani milik warga setempat.<\/p>\n\n\n\n

\"Hanya punya satu durian yang tersisa, dan ia memberikan ke kami,\" ungkap Salim sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @salimafillah_official, pada Sabtu, 10 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

Terlihat, seorang warga itu mengajak Salim dan relawan lainnya untuk menikmati durian tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Masya Allah, terima kasih pak,\" ucap Salim sambil terisak tangis.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu lantas viral di media sosial, lantaran menunjukkan ketegaran dan ketulusan hati seorang warga Aceh di tengah bencana yang melanda wilayahnya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bahkan dalam keadaan sempit, mereka tetap ingin menjamu,\" demikian tertulis dalam cuplikan video pada unggahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Semoga Allah membalas dengan banyak kebaikan,\" tutur Salim.<\/p>\n\n\n\n

Salim A Fillah: Cepat Pulih dan Bangkit<\/h3>\n\n\n\n

Di sisi lain, pendakwah yang juga menjadi relawan bencana di Aceh itu juga mengutarakan dukungan besarnya agar warga Aceh kembali pulih sepenuhnya pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

\"Cepat pulih, cepat bangkit Gayo dan Aceh,\" ungkap Salim.<\/p>\n\n\n\n

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 129,492 pengguna Instagram.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun ramai membanjiri kolom komentar pada unggahan tersebut dengan ungkapan doa kebaikan untuk warga Aceh tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Sedekah yang paling baik disaat kita tidak punya banyak untuk berbagi. Semoga Allah balas berkali lipat kebaikan tersebut,\" tulis akun @airin.seprita.<\/p>\n\n\n\n

\"Sehat selalu untuk Ustad bersama tim relawan dan masyarakat Aceh,\" tutur warganet lainnya melalui akun @fauzanfarahqu.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Kagum Melihat Ketegaran Warga Aceh usai Bencana, Pendakwah Salim A Fillah Sampai Terharu","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kagum-melihat-ketegaran-warga-aceh-usai-bencana-pendakwah-salim-a-fillah-sampai-terharu","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:09:57","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:09:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=165","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":102},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 102 of 102 1 … 101 102

News

Menyajikan kabar terbaru dan informasi penting dari berbagai peristiwa yang sedang terjadi.

Laman 102 of 102 1 … 101 102