PROBACA.COM – Sebanyak 38 warga Tidarsari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah, mengalami dugaan keracunan setelah menyantap siomai yang dibagikan dalam acara perkumpulan RT. Mereka mengalami gejala pusing, mual, diare, dan muntah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Istikomah, mengatakan laporan dugaan keracunan diterima pada Selasa (20/10). Jumlah warga yang mengalami gejala bertambah hingga Selasa malam dan pada Rabu (21/10) tercatat sekitar 38 orang.
“Hari Selasa (20/10) dapat laporan (dugaan keracunan). Kemudian sampai hari Selasa malam kan bertambah. Dari dugaan itu kita lakukan investigasi, penyelidikan epidemiologi dan yang utamakan respons pengobatan terhadap mereka yang bergejala sakit. Sampai hari Rabu (21/10), terlaporkan sekitar 38 orang yang mengalami gejala sakit seperti pusing, mual, diare, muntah. Tapi, secara umum gejalanya ringan-sedang, tidak ada sampai berat atau meninggal,” kata Istikomah, dilansir dari detikJateng, Kamis (22/10/2026).
Dinas Kesehatan Kota Magelang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air yang dikumpulkan. Hasil tersebut juga akan digunakan dalam penyelidikan epidemiologi.
Baca Juga
“Karena kan biasanya mengetahui faktor risikonya apa, attack rate-nya, data-data epidemiologinya kan perlu kita kompilasi dan kita susun secara komprehensif. Termasuk hasil pemeriksaan lab-nya,” sambungnya.
Istikomah mengatakan penanganan terhadap pasien telah dilakukan. Menurut dia, satu pasien masih menjalani rawat inap di rumah sakit, sedangkan pasien lainnya telah pulang.
“Kita memang bisa mengumpulkan sampel makanan dan air. Kita kirim ke labkes kita dan kita masih menunggu hasilnya. Tapi, yang penting penanganan terhadap pasien sudah dilaksanakan. Kalau nggak salah tinggal satu yang rawat inap ya, yang lain sudah (pulang),” ujar Istikomah.
Namun, berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, saat ini masih ada tiga orang yang menjalani perawatan di RSUD Tidar Kota Magelang.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Disadur dari laporan Detikcom















































