FLASH NEWS

Hampir 100 Tahun, Buku Kimia Diduga Keliru Menjelaskan Efek Induktif

Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily

Bayangkan kamu menjatuhkan satu tetes tinta ke dalam segelas air. Lama-lama warnanya menyebar ke mana-mana, tetapi makin jauh dari titik awal, warnanya makin samar. Selama hampir 100 tahun, buku teks kimia menggambarkan salah satu pengaruh dalam molekul dengan cara yang kurang lebih seperti itu.

Pengaruh tersebut disebut efek induktif. Sederhananya, ini adalah cara sebuah atom memengaruhi pembagian elektron—partikel bermuatan negatif—di antara atom-atom dalam molekul. Konsep ini penting karena pembagian elektron ikut membantu menjelaskan mengapa suatu molekul memiliki sifat tertentu dan mengapa ia bisa mengalami reaksi kimia tertentu.

Namun, penelitian terbaru yang dipimpin Cardiff University dan University of Newcastle di Australia menyatakan bahwa penjelasan yang selama ini umum dipakai ternyata perlu diperbaiki. Dalam model lama, pengaruh atom tertentu dianggap bisa merambat melalui tiga atau empat ikatan kimia, lalu melemah sedikit demi sedikit seperti suara yang makin pelan ketika menjauh.

Temuan para peneliti menunjukkan gambaran berbeda. Pada molekul netral, efek induktif tidak meluas melewati satu ikatan langsung dari atom yang bersangkutan. Jadi, alih-alih menjalar sepanjang “rantai” atom, pengaruh ini kemungkinan berhenti setelah melewati satu sambungan—lebih mirip orang yang hanya meneruskan pesan kepada tetangga sebelah, bukan pesan berantai sampai ujung kampung.

Baca Juga

Perubahan kecil dalam penjelasan ini bisa berdampak besar. Efek induktif sering dipakai untuk menerangkan struktur molekul dan reaktivitasnya, termasuk dalam kimia organik—bidang yang berkaitan dengan molekul penyusun obat, bahan maju, pestisida, polimer, dan banyak teknologi sehari-hari.

Kesimpulan itu tidak muncul dari satu eksperimen tunggal. Dr. Mark Elliott dari School of Chemistry, Cardiff University, bersama Dr. Edwin Johnson dari University of Newcastle dan Dr. Kasimir Gregory dari University of New England, menggabungkan data yang tersebar dalam literatur ilmiah dengan kumpulan data mereka sendiri yang konsisten.

Menurut para peneliti, alat komputasi modern memungkinkan ilmuwan melihat struktur molekul dan distribusi elektron secara lebih langsung. Generasi sebelumnya harus menarik kesimpulan dari data eksperimen yang lebih terbatas. Karena itu, gagasan lama yang sangat dihormati pun bisa ditinjau ulang.

Penelitian 2024 ini bahkan mulai memengaruhi pendidikan kimia. Dua lembaga ujian A-level telah mengumumkan peninjauan cara mereka mengajarkan efek induktif dan menyebut penelitian tersebut sebagai salah satu alasannya. Paper terbaru mereka terbit di Journal of Chemical Education.

Aha-nya: dalam sains, buku teks bukan prasasti yang tak boleh disentuh. Ketika alat dan bukti membaik, bahkan konsep dasar yang sudah diajarkan hampir seabad pun bisa ternyata perlu dipendekkan—dari tiga atau empat ikatan, menjadi hanya satu.

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber ScienceDaily

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement