PROBACA.ID – Lima warga negara asing diamankan Kantor Imigrasi Tangerang setelah diduga memalsukan persyaratan perpanjangan izin tinggal. Kelimanya juga diduga terlibat dalam jaringan perjudian online internasional.
Kasus tersebut terungkap setelah petugas mencurigai dokumen perjalanan yang diajukan secara daring pada 29 Agustus 2026. Permohonan perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan (VOA) itu diajukan melalui aplikasi e-visa oleh dua WNA asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berinisial WH dan ZL, serta tiga WNA Vietnam berinisial LVT, DVD, dan DIH.
Dalam proses verifikasi, petugas menemukan ketidaksesuaian pada tiket kepulangan yang dilampirkan sebagai salah satu syarat pengajuan. Tiket tersebut diduga milik orang lain yang namanya telah diubah.
Para pemohon kemudian dipanggil pada 7 September 2026 untuk memberikan klarifikasi. Setelah itu, petugas melakukan pengawasan di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan puluhan perangkat elektronik yang sedang beroperasi secara otomatis. Barang bukti yang diamankan terdiri atas satu unit komputer, satu unit laptop, dan 26 unit telepon genggam.
“Dari hasil pengawasan keimigrasian di tempat tinggal lima WNA tersebut, petugas kami mendapati adanya perangkat elektronik dengan jumlah tidak wajar, yang dimana saat ditemukan petugas perangkat elektronik tersebut sedang beroperasi secara otomatis. Kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) unit komputer, 1 (satu) unit laptop dan 26 (dua puluh enam) unit telepon genggam,” kata Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Banten, Barron Ichsan, dalam keterangannya, Selasa (15/0/2026).
Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, kelima WNA itu diketahui telah berada di Indonesia selama satu bulan. Dua WNA asal RRT disebut berperan sebagai operator sistem yang memantau transaksi.
Sementara itu, tiga WNA asal Vietnam diduga bertugas menampung aliran dana dari situs judi online dengan modus permainan peladen (game online) yang menyasar pasar Vietnam. Keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta Dong Vietnam setiap hari.
Selain kelima orang tersebut, imigrasi juga melakukan penanganan terhadap perkara yang berkaitan dengan temuan tersebut.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Detik.com
















































