Kalau kamu punya iPhone 17 Pro, apakah ada alasan kuat untuk langsung pindah ke iPhone 18 Pro? Atau kalau sudah menunggu ponsel lipat Apple bertahun-tahun, apakah iPhone Duo akhirnya layak dibeli?
Setelah beberapa hari mencerna lini iPhone terbaru Apple, GSMArena punya kesan awal yang cukup berimbang. Satu hal yang hampir pasti: Apple akan menjual semua iPhone yang diproduksinya. Bahkan, iPhone Duo diperkirakan bakal sulit ditemukan di toko karena stoknya berpotensi cepat habis.
Apple disebut sudah mengerjakan ponsel lipat pertamanya sejak setidaknya 2019. Setelah beberapa kali dirumorkan hadir pada 2023, 2024, dan 2025, perangkat itu akhirnya muncul pada 2026. Seperti kebiasaan Apple, perusahaan ini datang belakangan, tetapi membawa produk yang terlihat sangat matang.
iPhone Duo tampak memiliki layar dalam dengan lipatan yang nyaris tidak terlihat, bodi kokoh, serta perlindungan terhadap debu—fitur yang masih jarang pada ponsel lipat. Layarnya juga memakai lapisan anti-reflektif, sesuatu yang biasanya baru terlihat pada generasi keenam produk sejenis, bukan pada model pertama.
Bagian paling menarik justru ada di perangkat lunaknya. Animasi saat Duo dibuka dan ditutup terlihat sangat mulus. Dock di sisi kiri juga menjadi penyesuaian unik yang bisa membuat navigasi terasa lebih nyaman. Dukungan Apple Pencil disebut akan menyusul.
Namun, Duo bukan tanpa kompromi. Desainnya tampak lebih bersahabat untuk pengguna tangan kanan, sementara posisi dock kabarnya belum bisa dipindahkan. Tombol volume di bagian atas juga masih dipertanyakan kenyamanannya. Kamera utama ponsel seharga 2.000 dolar AS ini bahkan disebut memakai sensor 1/2,55 inci dari iPhone 17e seharga 700 dolar AS, bukan sensor 48 MP berukuran lebih besar milik model Pro. Kamera di bawah layar bagian dalam pun berpotensi menghasilkan foto lebih buruk dibanding kamera punch-hole biasa.
Sementara itu, iPhone 18 Pro dan Pro Max mendapat chip A20 Pro 2 nm. Performanya diklaim naik hingga 20 persen untuk prosesor dan 40 persen untuk grafis. Neural Engine—bagian yang menangani AI—memiliki 32 core, dua kali lipat dibanding A19 Pro. Bandwidth memori juga naik 50 persen.
Baterai ikut membesar. Pemutaran video iPhone 18 Pro Max bertambah enam jam, sedangkan iPhone 18 Pro bertambah tiga jam. Sayangnya, kecepatan pengisian daya masih tergolong lambat untuk standar 2026.
Kamera Pro nyaris tidak berubah. Aperture variabel empat tingkat memang terdengar canggih, tetapi pada sensor ponsel kecil, perbedaannya terhadap kedalaman fokus kemungkinan tidak dramatis—terutama untuk foto lanskap atau objek yang berjarak lebih dari satu meter.
Harga juga naik. Di Amerika Serikat, kenaikannya 100 dolar AS, sementara Eropa, China, India, dan Jepang mengalami kenaikan yang lebih besar. Jadi, iPhone 18 Pro terasa seperti penyempurnaan teknis, bukan lompatan yang wajib dikejar. Sedangkan iPhone Duo membuktikan satu hal: Apple mungkin terlambat masuk pesta ponsel lipat, tetapi datang dengan sepatu yang sudah dipoles—meski tiket masuknya sangat mahal.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber GSMArena
















































