PROBACA.ID – Pernah membeli ponsel mahal, lalu merasa kualitas suaranya masih biasa saja? Motorola tampaknya ingin mengubah cerita itu. Bukan dengan sekadar menambah speaker atau menaikkan angka spesifikasi, melainkan menggandeng nama besar dari dunia audio: Bang & Olufsen.
Motorola mengumumkan kerja sama global multi-tahun dengan perusahaan audio asal Denmark tersebut. Ponsel pertama yang akan membawa lencana Bang & Olufsen adalah Motorola Signature 27, yang diperkirakan segera diperkenalkan secara resmi dalam hitungan jam sejak kabar ini diterbitkan pada 22 September 2026.
Kalau kolaborasi audio di ponsel biasanya terasa seperti menempelkan logo di bodi, Motorola menjanjikan pendekatan yang lebih dalam. Audio pada Signature 27 akan disetel langsung oleh para insinyur akustik Bang & Olufsen. Sederhananya, mereka bukan hanya meminjam nama, tetapi ikut mengatur bagaimana suara musik, film, dan konten lain terdengar dari perangkat tersebut.
Dalam rilis resminya, Motorola dan Bang & Olufsen mengatakan kerja sama ini dibangun dari keyakinan bahwa teknologi seharusnya menawarkan performa istimewa sekaligus desain yang dipikirkan dengan matang. Bagi keduanya, suara bukan cuma fitur tambahan—ibarat bumbu pelengkap—melainkan bagian penting dari keseluruhan pengalaman memakai produk.
Baca Juga
Motorola juga menyebut integrasi ini akan berkembang ke teknologi audio, mode suara, pengalaman pengguna baru, serta ekosistem yang lebih luas untuk produk-produk mendatang. Namun, detail tentang fitur-fitur tersebut belum diungkapkan. Begitu pula informasi teknis seperti jumlah speaker, dukungan codec, atau peningkatan kualitas suara lainnya.
Kolaborasi ini menempatkan Motorola di jalur yang sebelumnya sudah ditempuh merek lain. Poco, dan sebelumnya Redmi di China, pernah menggandeng Bose untuk menghadirkan sentuhan audio premium. Bedanya, Motorola kini memilih Bang & Olufsen—merek yang dikenal kuat lewat perpaduan kualitas suara dan desain.
Motorola ingin membangun ekosistem premium yang terasa lebih personal dan dekat dengan gaya hidup penggunanya. Jika janji itu benar-benar diterjemahkan ke pengalaman nyata, Signature 27 bukan sekadar ponsel dengan logo audio terkenal. Ia bisa menjadi awal dari strategi Motorola untuk membuat suara terasa sama pentingnya dengan layar, kamera, dan desain.
Jadi, kejutan utama Signature 27 bukan hanya siapa yang memasang logo di bodinya, melainkan siapa yang ikut membentuk karakter suaranya. Di sini, Bang & Olufsen berperan bukan sebagai pajangan—melainkan sebagai “sutradara” audio Motorola.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber GSMArena
















































