PKS Terima Draf RUU Pencegahan LGBTQ dari MUI

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – DPP PKS menerima naskah akademik dan draf RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). PKS menyatakan siap mendorong pembahasan rancangan tersebut melalui Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Draf itu diserahkan dalam pertemuan PKS dengan MUI di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (6/10). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden PKS Almuzzammil Yusuf.

PKS dan MUI juga membahas pencegahan LGBTQ. Menurut Almuzzammil, kedua pihak memiliki perhatian besar terhadap penguatan ketahanan keluarga.

“Keluarga harus menjadi benteng utama dalam menjaga generasi. Kita menghadapi berbagai permasalahan moral yang semakin serius, khususnya LGBTQ. PKS telah menerima naskah akademik dan draft RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ dari MUI dan insya Allah siap memperjuangkannya di Baleg DPR,” kata Almuzzammil dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga

Almuzzammil mengatakan penyelesaian persoalan LGBTQ harus dilakukan secara proporsional, dengan mencegah dan menghentikan tindakan serta propaganda LGBTQ. Ia juga menyebut perlunya ruang pembinaan, pendampingan, dan rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan.

“Penyelesaian persoalan LGBTQ harus proporsional: mencegah dan menghentikan tindakan dan propaganda LGBTQ, sekaligus membuka ruang pembinaan, pendampingan, dan rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Selain isu LGBTQ, pertemuan tersebut membahas gagasan RUU Ekonomi Syariah. Almuzzammil menyebut rancangan itu diperlukan sebagai payung hukum yang komprehensif untuk memperkuat regulasi.

“Kita mendiskusikan perlunya omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah sebagai payung hukum yang komprehensif untuk mengintegrasikan berbagai regulasi sektoral yang saat ini masih terfragmentasi,” tambahnya.

Isu Palestina turut dibahas dalam pertemuan itu. Almuzzammil menegaskan solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina tidak boleh padam.

“Solidaritas Indonesia untuk Palestina tidak boleh pernah padam. Ini bukan hanya persoalan agama, tetapi persoalan kemerdekaan, kemanusiaan, dan amanat konstitusi kita yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegasnya.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah bersama berbagai pihak yang memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Pales

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari laporan Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement